Photobucket Photobucket Photobucket
Warnai hidupmu dengan akhlak mulia hiasi dirimu dengan iman dan taqwa dan mamfaatkan kesmpatan hidupmu untuk mencari bekal dunia akhirat kelak.
بسم ال الرحمن الرحيم

Kisah

Awal dari kisah ini adalah ketika ku pulang dari rantau, setelah 2 tahun lebih aku di rantau aku tak pernah merasa hal seperti ini, baru setelah tiba di kampung halaman, cintaku bersemi lagi. Awalnya aku hanya iseng mengganggunya (mantan pacar) kembali padahal dia sudah punya tunangan, tapi baru berlangsung satu minggu dia bertunangan. Entah ini salahku atau salahnya aku tak tau, karna melihat aku pulang dari rantau dia ternyata masih menyukaiku awalnya aku hanya mencoba menggodanya tapi karna termakan kata-kataku ternyata dia lebih memilihku daripada tunangannya, mengapa aku terlanjur menjanjikannya, mengapa aku harus merebutnya kembali dari orang lain meskipun hubungan mereka yang katanya sulit dilanjutkan, entah alasannya saja atau memang keadaanya begitu, tapi setelah kepulangannku dia ternyata memilihku dari pada tunangannya sehingga dia memutuskan tunangannya sendiri. Apakah aku salah, atau memang salah kami berdua, tapi baru dua bulan ini aku benar-benar menyukainya, entah karena aku takut ingkar janji atau memang dari hatiku yang dalam aku harus menjaganya. Setelah dia putuskan tunangannya sekarang aku harus bertanggung jawab untuk menyayanginya, memang awalnya aku masih ragu akan dia, bukan karena dia kurang setia atau dia hanya main-main denganku, tapi rasanya hatiku belum bulat padanya. Baru dua bulan kami pacaran meski jarang ketemu tapi sering nelpon dan sms-an, orang terdekatku mulai tau adik dan kakakku mulai tau, mulai dari sinilah masalah mulai bertubi-tubi menimpanya, kenapa aku bilang masalahnya karna pada waktu itu aku baru separuh hati, apakah aku jahat, apakah aku egois, memang secara logika mungkin aku adalah laki-laki tak bertanggung jawab. Setelah dua bulan kami pacaran aku dapat pekerjaan di kampung, aku akui pekerjaan ini memang berarti bagiku walau sebelumnya kerjaku juga ada tapi tidak seberapa penghasilan ku dapat meski aku kerja dengan suami kakakku. Dirantaupun aku kerja juga tidak berpenghasilan seberapa, Cuma cukup makan saja malah terkadang sering tekor( rugi..kebanyakan hutang… hehe). Masuk tiga bulan pacaran, adikku yang perempuan mulai ikut campur, karna dia tidak suka dengan pacarku lagian suaminya punya hubungan keluarga dengan mantan tunangan pacarku, dia bilang pacarku perangainya, atau sifatnya kurang baik, makanya dia tak setuju sama sekali dengan hubungan kami. Dengan tidak setujunya adikku maka pacarku ada-ada saja menerima sms, sampai-sampai sms yang datang padanya menyuruh dia melupakanku dan agar menjauh dariku, disini aku sempat ingin melepasnya, karna pada suatu malam aku diadili keluargaku dan mereka kurang setuju dengan hubunganku, dan sempat juga aku telpon pacarku agar melupakanku saja. Sungguh egois aku kurasa pada saat itu dan aku seenaknya saja ingin melepasnya setelah aku memutuskan pertunanganannya. Tapi dia jawab bahwa dari pada dia lepaskanku lebih baik dia mati katanya, hingga pada saat ku telpon dia berusaha bunuh diri, sungguh aku menyesal, aku tarik lagi kata-kataku dan kutemui dia kupeluk erat dan janjikan aku takkan melepasnya, aku harus bertanggung jawab atas apa yang menimpanya, hingga saat ini dia masih bersamaku. Mulai saat itu kami jalani hari-hari yang menyenangkan walau kadang kala keluarganya menyuruhku untuk memperjelas hubungan kami, aku turuti kata-kata keluarga pacarku aku datang pada mereka, bahwa aku sekarang serius dalam hubungan kami, dan aku sempat bicara pada orang tuanya bahwa dalam dua bulan sebelum puasa ini aku akan tunangan dengannya, dan kusampaikan juga pada orang tuaku, tapi sepertinya kakaku dan adikku masih belum bisa menerima dia dengan lapang hati, baru dua minggu yang lewat aku sempat di jodohkan dengan yang lain, selain tergolong orang yang mampu dia juga punya pekerjaan, dan sebenarnya dulu waktu kecil aku sudah kenal juga dengan jodoh yang dicarikan keluargaku, dia juga sudah sarjana, tapi apakah dia suka padaku atau tidak, lagian udah 20 tahun kami tak pernah ketemu, sampai saat ini aku belum bertemu juga dengan orang yang dijodohkan denganku itu, tapi aku tak tega rasanya meninggalkan pacarku, seolah aku demi mengejar yang lebih baik nanti aku tak dapat apa-apa lagi, lagian betapa hancur hati pacarku apabila aku menerima orang yang dijodohkan denganku itu padahal pacarku meski baru 4 bulan aku bersama lagi dengannya walau dulu mantan pacarku juga tapi sudah tiga tahun kami tidak pacaran lagi, dan dalam 5 bulan aku pulang dari rantau 4 bulan ini kami pacaran tapi meski masih dalam hitungan bulan, dia pacarku sudah banyak menanggung cercaaan dan sasaran sms kasar yang menyuruh meninggalku dan masih dalam minggu ini dia menerima fitnah yang seharusnya tidak dia terima. Sejujurnya meski aku memang berharap lebih, sama dengan pikiran keluargaku, tapi aku tidak tega rasanya menghancurkan hati dan perasaaan pacarku, aku sebenarnya sangat sayang padanya, betapa naïf dan egoisnya aku bila sempat aku tinggalkan dia demi mengejar yang lebih baik, memang kuakui calon yang dijodohkan denganku lebih baik dari pacarku segalanya, tapi entah tentang cinta dan kasih sayang dia kurang, meski belum ketemu tapi ku dengar dia lebih dari pacarku, yang ku pegang dari pacarku adalah ketulusan mencintaiku dan menyayangiku meski dia dalam segi beberapa hal mempunyai kekurangan, namun walaupun demikian dalam akhir shlatku aku selalu berdoa, apabila bukan pacarku jadi jodohku nanti, aku berharap kami dipisahkan dengan baik-baik dan perpisahan itu harapanku tidak menjadi menyakitkan bagi dia dan semoga jodohnya bisa lebih baik dariku, dan apabila jodohku memang dia maka berikanlah kami jalan terbaik dan bahagiakanlah kami dan jadikan cinta kami cinta dunia akhirat…, amin. Sekarang harapanku dalam menjelang puasa ramadhan ini kami bisa bertunangan dan semoga pacarku bahagia dengan itu karna dia sudah sering berharap bisa menjadi pendampingku, dia tak kuat lagi katanya menaggung cobaan semenjak menjadi pacarku, mulai dari keluargaku tidak menyetujui hubungan kami sampai bosku tempat aku kerja juga kurang setuju aku berpacaran dan sempat pula dia difitnah, mungkin masalahnya dan masalah kami semenjak pacaran banyak ditanggungnya, apabila ada masalah kucoba untuk menghiburnya walau terkadang aku sendiri sempat ingin berpisah dengannya tapi melihat ketulusannya aku tak tega rasanya meninggalkannya. Bahkan dalam hati aku berpikir memang dialah jodohku, meski harapanku sebenarnya bisa dapat jodoh yang lebih baik, tapi dengan kesabarannya menerima segala masalah, aku jadi sayang padanya dan tak ingin meninggalkannya. Sayang, semoga dirimu bahagia nanti bila tiba waktunya aku meminangmu dalam 2 bulan ini meski dalam keluargaku masih berat menerimamu, tapi harapanku semoga dirimu selalu tabah dan selalu setia seperti saat ini.

Baca Selengkapnya...

Ya Allah berikanlah kekuatan pada dirinya, meski dia kutinggalkan dan berikanlah ketenangan hati dan berikanlah dia jodoh yang lebih baik dariku.
Salahkah aku bila keputusanku meninggalkannya padahal aku tahu dia begitu besar cinta dan kasih sayangnya padaku, patutkah aku menurut kata-kata orang tua, patutkah aku menurut kata-kata keluargaku, padahal mereka mengangap dia tak baik untukku,Sungguh masih adakah kata-kata perjodohan ini kuteruskan zaman ini.
Aku sadar aku telah menghianatinya, begitu naifkah, begitu egoiskah aku, Ya Allah mengapa garis hidupnya aku yang kecewakan, mengapa harus aku yang sakiti dia, mengapa harus aku yang buat dia terluka, sungguh jahatkah hatiku...??

Baca Selengkapnya...

Hari ini kita dapat rasakan sebuah...

Baca Selengkapnya...

Awal sebuah perubahan



Ini adalah Posting pertamaku pertengahan tahun ini, sudah lama betul rasanya g ngeblog, kangen ja..hehe,(masak pake kagen sgala), tapi serius lho..sekarang kepengen ja memasukkan sesuatu meskipun itu sebuah pemikiran sendiri yang munkin krng berguna bagi orang lain tapi sangat berarti bagi penyegaran pikiran ini, soanya selama ini hanya dipenuhi oleh pemikiran yang berbau game online..hehe.
Semua berantakan, smua hanya kesia-siaan belaka bagiku, memang semua aku sadari ini terjadi adalah karna kelalaian dan ketidak seriusanku menghadapi sebuah masalah yang kalau dipikir hanya sebuah masalah sederhana tapi mempunyai akibat fatal kalau dianggab remeh. Ya itulah yanng terjadi padaku saaat ini, buat apa disesali nasi sudah jadi bubur.
Sekarang aku hanya menjalani kehidupan apa adanya dan hanya berharab dari kerjaku sekarang, tapi aku berusaha agar bisa lebih baik dan labih menguasai apa yang aku anggab bisa menopang kehidupannku nanti.

Baca Selengkapnya...

Kehidupan yang tak menentu

Sebuah pengharapan sebenarnya apabila kita menginginkan sesuatu itu bisa berjalan dengan apa yang dikehendaki dan kita ingin sesuatu itu menjadi sebuah yang sangat berarti bagi siapapun termasuk bagi kita sendiri maupun orang lain..sebenarnya semua telah disadari akan berjalan ditempat, tapi sekarang semua hanyalah tinggal harapan dan harapan.
Mengapa kita terjebak dengan kesalahan sendiri yang kesalahan itu telah terulang untuk kesekian kalinya dan seakan telah menjadi sesuatu yang menghantui dalam kehidupan ini. Aku menyadari semua pasti akan tetap seperti ini, namun entah apa yang membuatnya menjadi lebih sulit seperti sekarang ini, memang kesempatan itu telah datang untuk kesekian kalinya dan aku untuk kesekian kalinya pula berbuat begini.
Mungkin semua perbuatan ini tidak dapat diterima dan tak akan pernah bisa diterima bagi siapapun, seandainya semua tahu bahwa ini memang salah dan berlawanan dengan kenyataan, tentu aku terkucil dan tak bisa diterima, mungkin kita terjauh daris egalanya dan menjadi tempat kekesalan yang sangat mendalam dan bisa menjadi sebuah biang kehancuran itu sendiri.
Aku seakan lari dari sebuah kenyataan dan seakan membuatnya bertambah lari gara-gara satu perbuatan yang bila dipikirkan ternyata hanya kesia-siaan belaka dan kepuasannya hanyalah bersidat sementara saja.
Bila dipikir lagi aku telah menyadari semua dampaknya, tapi entah jiwa ini telah tertutup atau memang seperti ini perjalanan kehidupanku, entahlah. Aku berharap semua akan lebih baik, tapi kapan dan kapan bisa berubah untuk kearah yang lebih baik.Wallahu'alam

Baca Selengkapnya...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com